Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Setiap ibadah dan kebaikan dibalas dengan pahala berlipat ganda. Salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadan adalah ibadah umrah. Berikut ini beberapa keutamaan dan pahala khusus dari keberkahan umrah di bulan Ramadan.
Pertama, bernilai sama dengan haji. Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, ”Rasulullah saw bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar. ”Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji bersama kami?” Dia berkata, ”Kami hanya punya dua unta, yang satu dibawa oleh bapak dan anaknya, yang satu lagi kami gunakan untuk menyiram kebun.” Maka nabi berkata, ”Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji.” Dalam riwayat Muslim, ”Sama dengan menunaikan haji bersamaku.
”Rasulullah saw bersabda, ”Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji.” (HR Bukhari No 1782 dan Muslim No 1256).
Kedua, pahala berlipat ganda. Rasulullah saw bersabda: ”Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya adalah kewajiban. Salat malamnya adalah amalan sunnah.
Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya.” (HR Al-Mahamili dalam Al-Amali 5: 50 dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya 1887. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini munkar seperti dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah No 870).
Ketiga, tamu Allah yang dikabulkan doanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, ”Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Keempat, penghapus dosa. Umrah di tengah berbagai keutamaan Ramadan insyaallah berbuah ampunan dari Allah swt. Rasulullah saw bersabda, ”Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Kelima, jauh dari kefakiran. Rasulullah saw bersabda: ”Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga” (HR At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnya).
Keenam, jihad bagi wanita. Salah satu jihadnya kaum wanita adalah umrah, terutama di bulan Ramadan. Dari Aisyah ra, ia berkata: ”Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Rasulallah saw menjawab, ”Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umrah.” (HR Ibnu Majah).
Ketujuh, melipatgandakan pahala umrah dengan salat di Quba, Rasulullah saw bersabda: ”Barang siapa telah bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu salat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan pahala umrah.” (Sunan Ibn Majah).
Kedelapan, menjadi pribadi yang lebih sabar. Berpuasa Ramadan sambil melaksanakan umrah memerlukan kesabaran yang lebih tinggi, karena selain menjaga diri dari hal yang membatalkan puasa, dituntut pula untuk melaksanakan umrah dengan sempurna.
Allah swt, berfirman, ”Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?’’ (QS Maryam : 65).
Kesembilan, wafat saat umrah mendapat pahala hingga kiamat. Wafat saat umrah di bulan Ramadan berarti ia wafat dalam keadaan melaksanakan dua ibadah sekaligus. ***
Aden Rosadi
Artikel ini telah diterbitkan di HU Pikiran Rakyat 23-04-2019