Oleh Abdul Mujib
Pembimbing Haji Plus dan Umrah Qiblat Tour
Ada suatu perasaan luar biasa terharu di hati sewaktu penulis memasuki Masjid Aqsa. Penulis masih tak percaya akhirnya sampai di lokasi yang selama ini hanya baca dan dengar, terutama dalam kisah Isra dan Miraj Nabi Muhammad saw.
Masjid Al Aqsa, juga ditulis Al-Aqsha dalam bahasa Arab bermakna "masjid terjauh" adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Jerusalem (Jerusalem Timur). Kompleks tempat masjid ini (di dalamnya juga termasuk Kubah Batu) dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau "Tanah Suci yang Mulia". Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan bait suci (temple mount), suatu tempat paling suci agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.
Masjid Aqsa memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Bahkan, namanya diberikan langsung oleh Allah Swt sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya, ”Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra:1).
Berdasarkan ayat tersebut dan sejarah Isra Miraj, Masjid Aqsa juga merupakan tempat singgah Isra Miraj Rasulullah saw sekaligus merupakan tempat yang diberkahi Allah Swt. Selain ketiga kedudukan tersebut, Masjid Aqsa juga menjadi bagian dari agama Islam dan memiliki keutamaan sangat banyak, antara lain berdasarkan hadis-hadis. Pertama, Masjid Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam Hadis dari Al-Bara bin ’Azib berkata, yang artinya, ”Saya salat bersama Nabi saw menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 bulan sampai turun ayat di dalam Surat Al-Baqarah wahaitsu ma kuntum fawallau wujuhakum syatroh.” (HR Bukhari).
Kedua, Masjid Aqsa adalah bangunan kedua yang diletakkan Allah di bumi. Dalam hadis disebutkan, ”Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, ”Al-Masjid Al-Haram.” Abu Dzar bertanya lagi, ”Kemudian apa?” Beliau bersabda, ”Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha.” Berkata Abu Mu’awiyah, ”Yakni Baitul Maqdis.” Abu Dzar bertanya lagi, ”Berapa lama antara keduanya?” Beliau menjawab, ”Empat puluh tahun.” (HR Ahmad dari Abu Dzar).
Fondasi Masjid Al-Aqsha diletakkan Allah Swt sejak zaman Nabi Adam as. Dalam kurun waktu sekian lama, bangunan itu rusak dan runtuh dimakan waktu. Masjid Aqsa dibangun kembali di atas fondasinya oleh cucu Nabi Ibrahim as yakni Nabi Yaqub as. Keturunan berikutnya, Nabi Daud as membangun ulang masjid itu. Bangunan Masjid Aqsa diperbarui putra Nabi Daud as yakni Nabi Sulaiman as.
Ketiga, Masjid Aqsa merupakan tempat ziarah yang sangat dianjurkan Rasulullah. Dalam hadis, ”Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekah), Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Aqsa (di Palestina).” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Begitu mulianya berziarah ke Masjid Al-Aqsha tersebut, hampir seluruh sahabat utama Rasulullah saw pernah berkunjung ke sana. Beberapa di antaranya yaitu Umar bin Khattab saat menjadi khalifah, Abu Hurairah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ’Abbas, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan Mu’az bin Jabbal. Demikian pula ulama dari kalangan tabiin dan tokoh-tokoh ahli fikih terkenal pernah berziarah ke Masjid Al-Aqsha di antaranya Imam Asy-Syafi’i, Imam Al-Ghazali, Sufyan Ats-Tsauri, Rabi’ah Al-Adawiyah, Malik bin Dinar, Uwais Al-Qaruj, dan Imam Al-Auza’i.
Keempat, keutamaan pahala salat di Masjid Aqsa, ”Sesungguhnya Maimunah pembantu Nabi berkata, ’Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.’ Maka Rasulullah menjawab, ’Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka salatlah di dalamnya karena sesungguhnya salat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain’.” (HR Ahmad).
Kelima, Masjid Aqsa negeri para nabi Allah, para nabi utusan Allah Swt banyak diturunkan di kawasan Masjid Al-Aqsha Palestina dan sekitarnya sehingga jejak-jejak langkah kaki para nabi dalam berdakwah terukir abadi di negeri para nabi, Al-Aqsha, Palestina. Hal itu juga dibuktikan dengan peninggalan sejarah Islam dengan adanya makam-makam para Nabi utusan Allah Swt seperti makam Nabi Ibrahim as, makam Nabi Syu’aib as, makam Nabi Musa as, makam Nabi Daud as, makam Nabi Yunus as, dan makam Nabi Sulaiman.***
Artikel ini telah diterbitkan di HU Pikiran Rakyat 16-12-2014