Ayo Berumrah

SEORANG jemaah pengajian Jumat di Majelis Taklim Qiblat Tour pernah bertanya kepada penulis. ”Mohon maaf ustaz, mungkin pertanyaan saya ringan saja.  Apakah umrah itu? Apa kelebihan dan keutamaan umrah?”


Penulis hanya menjawab yang sederhana agar mudah dipahami, yakni umrah bisa disebut sebagai haji kecil yang dapat dilaksanakan kapan saja setiap tahun. Umrah dapat dilaksanakan bersamaan dengan haji yakni saat musim haji atau juga di lain waktu khususnya waktu yang disediakan untuk musim umrah.

Bila merujuk Alquran, maka ada ayat, ”Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. (QS Al-Baqarah: 196). Sementara itu, Nabi Muhammad pernah menggambarkan secara langsung manfaat dari melaksanakan umrah. ”Mereka yang datang untuk melaksanakan haji atau umrah merupakan para tamu Allah, karena mereka mendatangi rumah-Nya dan memenuhi panggilan-Nya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala akan mengabulkan permintaan mereka”.

Setiap orang pasti merindukan Tanah Suci, apalagi Kabah di tanah haram Mekah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. ­Inilah keutamaan lain dari umrah yakni sebagai jihad sebagaimana ibadah haji. ”Aisyah berkata, ’Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau menjawab, ‘Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu ­dengan haji dan umrah.’” (HR Ibnu Majah No. 2.901).

Selain itu, umrah juga menghapus dosa di antara dua umrah. ”Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR Bukhari No. 1.773 dan Muslim No. 1.349).

Keutamaan lain umrah bisa menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa. ”Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR An Nasai No. 2.631, Tirmidzi No. 810, Ahmad 1/387). 

Bukan hanya soal pahala, tetapi orang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah juga akan mendapat banyak hikmah yang akan dia rasakan dalam hidup dan kehidupannya. Tentunya jika haji atau umrahnya  dilaksanakan dengan baik dan benar. Di dunia, dia akan hidup lebih religius, dermawan, dan cinta kasih pada sesama. 

Selain itu, harta berlimpah yang diberikan Allah SWT padanya akan digunakan untuk kepentingan sosial yang terarah dengan baik dan benar. Di akhirat, dia akan mendapat ganjaran surga, seperti sabda Rasulullah saw:

 Di antara hikmah yang akan diperoleh adalah ibadah umrah merupakan rihlah muqaddasah (perjalanan suci) sehingga seluruh kegiatannya merupakan ibadah yang akan mendapat pahala dan rida Allah. Umrah juga sebagai syiar yang mengandung esensi menyucikan dan membesarkan nama Allah seperti terdapat dalam kalimat talbiyyah.

Selama umrah setiap Muslimin bisa melakukan introspeksi diri atas amal perbuatannya sehari-hari. Umrah juga merupakan ”pencitraan” kepada Allah sebagai hamba-Nya yang patuh dan taat pada segala pe­rintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Belum lagi dengan hikmah-hikmah lainnya seperti hikmah pakaian ihram yang menunjukkan kesederhanaan dan kesetaraan dan tawaf yang melambangkan perputaran alam semesta dan manusia di dunia, tetapi harus tetap terfokus kepada ­aturan Allah.

Dengan banyaknya keutamaan dan hikmah umrah itu,  kami ingin membantu kaum Muslimin untuk bisa menikmati ibadah umrah. ***


Sodik Mudjahid

 Artikel ini telah diterbitkan di HU Pikiran Rakyat 24-02-2015